tempat makan dekat waterfront pontianak yang wajib kamu tahu

 Buat saya pribadi, mencari tempat makan dekat Waterfront Pontianak itu sebenarnya bukan cuma soal “makan enak”. Ada suasana tertentu yang susah dijelaskan kalau belum pernah duduk di pinggir Sungai Kapuas malam-malam sambil lihat lampu kota memantul di air. Anginnya kadang kencang, kadang lembab banget, tapi justru itu yang bikin pengalaman kuliner di sana beda dari kota lain.

Dulu pertama kali saya datang ke area waterfront, saya kira pilihannya cuma cafe biasa buat nongkrong. Ternyata salah besar. Di sekitar sana, ada banyak tempat makan legendaris Pontianak yang sering direkomendasikan warga lokal. Dan jujur ya, biasanya rekomendasi warga lokal itu jauh lebih valid dibanding review “terlalu manis” di internet.

tempat makan dekat waterfront pontianak

Salah satu tempat yang paling sering disebut orang adalah Pondok Kakap. Awalnya saya datang karena lapar berat habis muter-muter Alun Kapuas. Saya pesan ikan bakar dan kangkung belacan, menu yang keliatannya sederhana banget. Tapi kadang justru makanan simpel itu yang bikin kaget.

Ikan bakarnya punya aroma asap yang kuat, tapi dagingnya tetap lembut. Sambalnya pedas-manis khas Kalimantan Barat juga nempel banget di lidah. Saya bahkan sempat nambah nasi dua kali, padahal niat awal cuma makan “ringan”. Agak malu sih waktu itu.

Kalau kamu suka seafood Pontianak, tempat ini wajib dicoba minimal sekali. Apalagi Pontianak memang terkenal dengan hasil laut dan olahan seafood segarnya. Banyak wisatawan datang specifically buat cari kepiting, udang galah, sampai cumi saus pedas.

Nah, ngomongin seafood, ada satu lagi yang cukup terkenal yaitu Abang Kepiting. Tempat ini sering banget rame malam hari. Saya pernah datang sekitar jam 8 malam dan hampir gak kebagian meja. Jadi kalau mau aman, datang agak sore lebih bagus.

Menu yang paling banyak diburu jelas kepiting lada hitam. Sausnya kental dan gurih banget. Yang saya suka, daging kepitingnya masih terasa fresh, bukan tipe seafood yang sudah lama disimpan. Kadang hal kecil kayak gini penting banget, karena seafood kalau gak segar rasanya langsung ketahuan.

Tapi ya, jujur saja, harga seafood di area wisata kadang bikin dompet agak menjerit. Saya pernah kalap pesan terlalu banyak karena “lapar mata”. Ujung-ujungnya tagihan datang dan saya cuma bisa ketawa kecil sambil bilang dalam hati, “yahh besok makan mie instan dulu deh”.

Itu salah satu kesalahan yang sering dilakukan wisatawan sebenarnya. Mereka pesan terlalu banyak karena penasaran semua menu. Padahal porsi makanan Pontianak rata-rata lumayan besar. Better pesan secukupnya dulu.

Selain seafood, ada juga tempat makan yang lebih cocok buat santai keluarga atau makan malam tanpa terlalu ribut. Saya cukup suka suasana Restaurant Gajah Mada. Tempatnya gak terlalu fancy, tapi nyaman.

Kadang saya lebih menikmati restoran yang sederhana begini dibanding tempat yang terlalu instagramable. Karena fokusnya tetap di rasa makanan, bukan cuma dekorasi buat foto-foto. Dan serius, sekarang banyak cafe bagus tapi makanannya biasa aja. Sedih sih.

Di Restaurant Gajah Mada, menu Chinese food dan olahan khas Kalbar cukup banyak. Saya pernah coba capcay seafood dan nasi goreng spesial mereka. Rasanya rumahan tapi tetap ada karakter khas Pontianak.

Pontianak itu unik sebenarnya. Banyak pengaruh budaya Tionghoa, Melayu, dan Dayak bercampur dalam kulinernya. Jadi rasa makanannya kadang berbeda dibanding kota lain di Indonesia. Bahkan mie goreng aja bisa punya aroma dan tekstur berbeda.

Kalau kamu tipe orang yang suka kuliner legendaris, jangan lupa coba Afu Chicken Rice. Tempat ini cukup terkenal di Pontianak. Saya pertama kali tahu dari rekomendasi sopir taksi online yang bilang, “kalau belum makan nasi ayam Afu, belum lengkap ke Pontianak”.

Biasanya rekomendasi random begini malah paling mantap.

Nasi ayamnya keliatan simpel. Tapi ayamnya juicy, nasi gurih, dan kuah kaldunya bikin kombinasi yang nyaman banget dimakan malam hari. Kadang makanan terbaik memang bukan yang paling mewah.

Yang menarik dari kawasan waterfront adalah suasana malamnya. Banyak orang datang bukan cuma buat makan, tapi buat healing kecil-kecilan. Ada yang duduk santai sambil ngopi, ada keluarga jalan sore, ada pasangan foto-foto, bahkan ada yang cuma bengong lihat sungai.

Dan menurut saya itu nilai plus terbesar waterfront Pontianak.

Saya pernah duduk hampir satu jam cuma minum es kopi sambil lihat kapal lewat di Sungai Kapuas. Kedengarannya sepele, tapi entah kenapa suasananya bikin pikiran lebih tenang. Apalagi kalau habis capek kerja atau lagi banyak pikiran.

Kalau mau cari tempat nongkrong yang lebih santai, beberapa waterfront cafe juga cukup nyaman. Biasanya mereka menyediakan kopi lokal, cemilan ringan, sampai live music di malam tertentu. Tidak semua mahal kok. Ada juga cafe yang harga minumannya masih ramah kantong mahasiswa.

Tips kecil dari pengalaman saya, kalau mau kulineran di sekitar Waterfront Pontianak, datanglah sekitar jam 5 sore sampai sebelum jam 7 malam. Kenapa?

Karena setelah itu area mulai ramai banget, terutama akhir pekan. Parkir bisa penuh dan beberapa tempat makan waiting list. Saya pernah muter hampir 20 menit cuma buat cari parkir. Lumayan bikin mood turun.

Selain itu, cuaca Pontianak juga kadang unpredictable. Sore bisa panas banget, malam tiba-tiba hujan deras. Jadi selalu siapin payung kecil atau jaket tipis kalau mau nongkrong lama di area terbuka.

Hal lain yang saya pelajari adalah jangan terlalu bergantung pada rating Google Maps. Serius. Ada beberapa tempat makan yang ratingnya biasa aja tapi ternyata makanannya enak banget. Sebaliknya, ada yang rating tinggi tapi rasanya ya standar.

Kadang tempat makan lokal terbaik memang terkenal dari mulut ke mulut.

Oh iya, kalau kamu suka wisata kuliner malam, coba juga jajanan kaki lima sekitar waterfront. Ada sate, pisang goreng, jagung bakar, sampai minuman dingin khas Pontianak. Saya pribadi suka jajanan sederhana begini dibanding dessert mahal di cafe.

Mungkin karena terasa lebih autentik.

Yang bikin saya suka dengan kuliner Pontianak adalah porsinya cenderung jujur. Maksudnya, makanan datang sesuai ekspektasi. Gak terlalu kecil kayak beberapa cafe modern yang plating-nya cantik tapi bikin lapar lagi satu jam kemudian.

Di Pontianak, banyak tempat masih mengutamakan rasa dan kenyang. Dan saya respect itu.

Kalau ditanya tempat makan terbaik dekat Waterfront Pontianak, sebenarnya jawabannya tergantung suasana yang dicari. Mau seafood rame-rame? Ada. Mau cafe santai? Banyak. Mau makanan legendaris? Juga ada.

Tapi menurut pengalaman saya, yang paling penting bukan cuma makanannya. Melainkan pengalaman menikmati malam di pinggir Sungai Kapuas sambil ngobrol santai dan makan enak tanpa buru-buru.

Kadang momen kayak gitu yang paling diingat setelah pulang dari perjalanan.

Kalau lagi nongkrong di sekitar Pontianak Waterfront dan bingung mau makan di mana, ini beberapa tempat yang cukup favorit dan lokasinya masih dekat area waterfront:

  • Restoran Pondok Kakap
    Cocok kalau mau makan seafood rame-rame. Menu ikan bakar, kepiting saus, sampai udang galah cukup terkenal di Pontianak. Tempatnya juga nyaman buat keluarga. (IDN Times)

  • Abang Kepiting
    Salah satu tempat seafood yang sering direkomendasikan wisatawan. Kepiting lada hitam dan saus asam manisnya lumayan banyak dicari orang. Biasanya malam agak ramai jadi better datang lebih awal. (CV. Rizky Jaya)

  • Restaurant Gajah Mada
    Kalau mau menu Chinese food dan masakan khas Pontianak yang lebih santai. Banyak pilihan nasi goreng, seafood, sampai olahan sayur khas Kalbar. Lokasinya juga gak terlalu jauh dari waterfront.

  • Afu Chicken Rice
    Ini lumayan legendaris di Pontianak buat nasi ayam. Banyak wisatawan mampir ke sini habis jalan-jalan sekitar Kapuas.

  • Cita Rasa Restaurant & Cake
    Enak buat santai sore atau cari makanan keluarga. Pilihan makanannya cukup lengkap dari lokal sampai western ringan.

  • Waterfront cafe
    Kalau pengen nongkrong sambil lihat suasana sungai malam hari, ini lebih ke cafe santai dekat area waterfront. Cocok buat ngopi atau ngemil.

Btw, area waterfront Pontianak memang terkenal enak buat kuliner malam karena view Sungai Kapuas-nya bagus banget, apalagi habis sunset. Banyak juga jajanan kaki lima di sekitar sana. (TeePublic)

Next Ryuzaki
Next Ryuzaki saya adalah seni konten blog yang memberikan informasi seputar minat para orang-orang yang di seluruh dunia