Kuliner Khas Makassar yang Wajib Dicoba Wisatawan Pemula
Pertama kali saya mengunjungi Kota Makassar, saya datang dengan satu misi sederhana: makan sebanyak mungkin makanan khas yang direkomendasikan warga lokal. Kedengarannya mudah, tetapi ternyata saya malah bingung karena pilihannya banyak banget.
Awalnya saya hanya mengenal Coto Makassar. Saya pikir kuliner Makassar ya sebatas itu saja. Ternyata saya salah besar. Setelah beberapa hari berkeliling, saya menemukan bahwa kota ini punya ragam makanan tradisional, seafood segar, hingga jajanan khas yang rasanya sulit dilupakan.

Kalau Anda baru pertama kali berkunjung ke Makassar, ada beberapa kuliner yang menurut saya wajib masuk daftar. Bukan karena paling viral, tetapi karena makanan-makanan ini mampu memberikan gambaran yang cukup lengkap tentang cita rasa khas Sulawesi Selatan.
1. Coto Makassar, Menu Wajib untuk Sarapan
Kalau ada satu makanan yang paling identik dengan Makassar, jawabannya tentu Coto Makassar.
Saya masih ingat ketika pertama kali mencobanya. Kuahnya terlihat sederhana, tetapi aroma rempahnya langsung terasa begitu mangkuk diletakkan di meja. Daging sapi yang empuk dipadukan dengan kuah kaya rempah membuat saya paham kenapa makanan ini begitu legendaris.
Biasanya Coto Makassar disajikan bersama ketupat atau burasa. Banyak wisatawan yang baru tahu kalau burasa berbeda dengan lontong biasa karena teksturnya lebih lembut dan gurih.
Tips sederhana yang saya pelajari: tambahkan sedikit perasan jeruk nipis dan sambal tauco agar rasanya makin kompleks.
2. Konro, Surganya Pecinta Iga Sapi
Saya sempat melakukan kesalahan saat pertama kali memesan Konro. Saya mengira porsinya tidak terlalu besar sehingga memesan makanan lain juga.
Ternyata satu porsi Konro sudah sangat mengenyangkan.
Konro merupakan iga sapi yang dimasak dengan kuah rempah berwarna gelap. Warna tersebut berasal dari kluwek, bahan yang juga sering digunakan dalam rawon.
Rasa kuahnya kuat, gurih, dan sedikit manis. Daging pada iga biasanya mudah lepas dari tulangnya karena dimasak dalam waktu lama.
Selain Konro kuah, ada juga Konro Bakar yang sangat populer di kalangan wisatawan.
3. Pallubasa, Saudara Dekat Coto yang Punya Karakter Berbeda
Banyak wisatawan pemula mengira Pallubasa dan Coto Makassar adalah makanan yang sama.
Saya juga dulu berpikir begitu.
Setelah mencicipinya, perbedaannya cukup jelas. Pallubasa memiliki kuah yang lebih kental dan biasanya ditambahkan kuning telur mentah atau setengah matang.
Sensasi gurihnya jadi lebih kaya. Bahkan ada beberapa teman yang akhirnya lebih menyukai Pallubasa dibanding Coto.
Kalau Anda hanya punya waktu singkat di Makassar, saya sarankan mencoba keduanya agar bisa merasakan perbedaan karakter rasa yang unik.
4. Sop Saudara yang Cocok untuk Semua Kalangan
Tidak semua orang menyukai kuah rempah yang kuat.
Nah, di sinilah Sop Saudara menjadi pilihan menarik.
Saya pertama kali mencobanya pada malam hari setelah seharian berjalan-jalan. Kuahnya terasa lebih ringan dibanding Coto atau Pallubasa, tetapi tetap kaya rasa.
Isiannya biasanya terdiri dari daging sapi, paru, bihun, dan kentang goreng. Unik memang, tetapi kombinasi tersebut ternyata sangat cocok.
Sop Saudara juga sering disajikan bersama ikan bakar dan nasi hangat.
5. Pisang Epe, Jajanan Malam yang Ikonik
Kalau malam hari tiba, saya hampir selalu melihat wisatawan berkumpul di kawasan pantai untuk mencari Pisang Epe.
Pisang yang dibakar lalu ditekan hingga pipih ini mungkin terlihat sederhana. Namun setelah diberi saus gula merah, durian, cokelat, atau keju, rasanya berubah menjadi camilan yang bikin ketagihan.
Saya pernah berniat membeli satu porsi saja.
Yang terjadi malah nambah lagi karena rasanya ternyata lebih enak daripada yang saya bayangkan.
Pisang Epe menjadi salah satu kuliner malam Makassar yang paling mudah ditemukan.
6. Jalangkote, Teman Ngopi Favorit Warga Lokal
Bentuknya memang mirip pastel.
Tetapi setelah dicicipi, rasanya berbeda.
Kulit Jalangkote biasanya lebih tipis dan renyah. Isiannya terdiri dari wortel, kentang, bihun, dan kadang daging cincang.
Yang membuat saya suka adalah saus cuka pedas yang menjadi pelengkapnya.
Perpaduan gurih dan asam segar tersebut membuat Jalangkote terasa lebih spesial dibanding camilan sejenis.
7. Seafood Segar Makassar
Makassar dikenal sebagai kota pelabuhan besar sehingga tidak heran jika seafood menjadi salah satu daya tarik utama.
Saya pernah makan ikan bakar yang baru ditangkap pada pagi harinya. Rasanya benar-benar berbeda dibanding seafood yang sudah lama disimpan.
Beberapa menu yang layak dicoba antara lain:
Ikan bakar parape
Cumi bakar
Udang saus mentega
Kepiting saus padang
Kerang rebus
Banyak restoran seafood buka hingga malam sehingga cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana kota setelah berkeliling seharian.
8. Es Pisang Ijo, Penutup yang Menyegarkan
Cuaca Makassar yang cukup panas membuat minuman segar terasa sangat nikmat.
Es Pisang Ijo adalah salah satu yang paling terkenal.
Pisang dibungkus adonan hijau berbahan tepung lalu disajikan bersama bubur sumsum, sirup merah, santan, dan es serut.
Kombinasi teksturnya unik. Ada yang lembut, kenyal, dingin, dan manis dalam satu mangkuk.
Saya sempat menganggapnya terlalu manis sebelum mencoba langsung. Ternyata rasa santannya membantu menyeimbangkan keseluruhan cita rasa.
Tips Wisata Kuliner di Makassar untuk Pemula
Dari beberapa kali berburu makanan khas di Makassar, ada beberapa pelajaran yang saya dapat.
Pertama, datanglah saat jam makan belum terlalu ramai. Banyak tempat kuliner populer mulai penuh sejak pukul 12 siang dan 7 malam.
Kedua, jangan langsung memesan terlalu banyak. Saya pernah melakukan kesalahan ini dan akhirnya tidak sanggup menghabiskan semuanya.
Ketiga, sisakan ruang untuk mencoba jajanan tradisional. Kadang justru makanan sederhana seperti Pisang Epe atau Jalangkote yang paling berkesan.
Terakhir, jangan takut bertanya kepada warga lokal. Beberapa rekomendasi terbaik yang pernah saya dapat justru berasal dari sopir taksi, penjaga hotel, dan pedagang sekitar.
Makassar bukan hanya soal pantai dan tempat wisata. Kota ini juga menawarkan pengalaman kuliner yang kaya, beragam, dan penuh karakter. Jika Anda baru pertama kali datang, mulailah dari Coto Makassar, Pallubasa, Konro, Pisang Epe, dan Es Pisang Ijo. Dari sana, petualangan rasa biasanya akan berkembang dengan sendirinya.
Dan ya, kemungkinan besar Anda akan pulang dengan perut kenyang sekaligus daftar makanan yang ingin dicoba lagi pada kunjungan berikutnya.